Every Picture Has a Story (1)

Baru  saja tersadar bahwa saya vakum dari menulis blog hampir tiga bulan lamanya. Wow, waktu yang cukup lama. Sore ini saya terbangun dengan perasaan yang campur aduk, dan tiba-tiba terlintas pikiran, “Saya harus menulis sesuatu!”. Tapi menulis apa?. Saya pun teringat, akhir-akhir dengan salah satu aplikasi foto yang saya sukai, Molome. Aplikasi ini mirip Instgram, kita bisa mengedit foto dan mengupload foto tersebut untuk dilihat orang-orang🙂

Selama ini jika megupload foto di blog, saya jarang menuliskan cerita di balik foto tersebut. Alasan saya adalah, biar orang-orang yang melihat bisa penasaran dan menebak-nebak cerita dari foto tersebut. Tapi kali ini, saya ingin berbagi cerita di balik foto tersebut, because every picture has a story.

Foto pertama, diambil di Kota Tua sekitar akhir Juni 2011. Sejak dulu saya penasaran ingin berkeliling Kota Tua. Namun karena keterbatasan waktu, saat itu saya dan dua orang teman hanya menyewa sepeda selama setengah jam. Sayang saat itu lokasinya sedang padat, jadi agak sulit untuk naik sepeda diantara kerumunan orang. Next time, harus naik sepeda sampai di Pelabuhan Sunda Kelapa!

 

Foto ini diambil dari lantai 26, iseng-iseng sambil menunggu lift. Water Park ini adalah bagian dari Great Western Serpong (dahulu Marcopolo, saya dan teman-teman sering memplesetkan jadi Al-Copolo).

 

Diantara semua ujian, diagram ini yang paling membutuhkan ekstra perhatian ! Bagaimana tidak? Kalo ujian lain (yang hanya berupa pilihan ganda) standar kelulusannya 80%, ujian ini harus 100%. Diagram ini semacam peta buta, kami harus mengisi tabel-tabel yang kosong. Awalnya kelihatan sulit, namun cukup mudah untuk dipelajari kok. And off course, a cup of coffee selalu setia menemani saya selama belajar🙂

 

Ini ponakan saya, Arai beserta mainannya, Wilson dan Koko dari Chuggington series. He’s very interesting with train and aircraft. Serial favoritnya adalah Chuggington dan Thomas.

 

This is Airbus A330-200. Foto ini diambil ketika saya melakukan Visit Aircraft sebelum terbang Haji tahun ini. Pesawat wide body ini menampung 360 penumpang dalam konfigurasi satu kelas (kelas ekonomi). Dan, berbeda dengan A330-200 yang pernah saya bawa sebelumnya, pesawat ini punya lower deck. Di lower deck terdapat 5 lavatory atau toilet (ukurannya toiletnya lebih besar daripada yang berada di main cabin), storage room buat kru dan waiting room buat penumpang. Waiting roomnya lucu, mengingatkan saya pada waiting room di tempat praktek dokter. Saya akan mengupload beberapa foto Lower Deck Lavatory di Every Picture Has a Story berikutnya.

 

Saya menamakan foto ini Jadul. Foto ini diambil di Jeddah pada awal Oktober ini. Interior hotel yang kami tempati memang lumayan jadul. Ketika masuk di hotel, serasa masuk ke masa tempo dulu. Hehehe. Beberapa kamar masih menggunakan telepon seperti ini. Waktu itu saya terkena jet lag, terbangun jam 2 subuh, tidak tahu harus melakukan apa. Tiba-tiba melihat telepon ini dan spontan langsung mengambil gambar.

 

Setiap berada di hotel, saya selalu mengecek jendela kamar, ke arah mana jendela tersebut bisa membawa pandangan saya. Sayang sekali, akhir-akhir ini saya selalu mendapat kamar yang jendelanya hanya bisa melihat jemuran orang lain. Hah! Kenapa bisa jemuran? Tampaknya hotel yang kami tempati bersebelahan dengan semacam flat, dan kamar saya letaknya berdekatan dengan flat tersebut, sehingga ketika membuka jendela, yang tampak hanya balkon, jemuran dan sebangsanya. Foto ini diambil di kamar teman yang kebetulan menghadap ke arah jalan.  Ini adalah pemandangan di Jeddah pada pagi hari, masih tampak sunyi.

 

Tampaknya 7 foto sudah cukup untuk bagian pertama. Besok saya akan lanjut mengupload beberapa foto hasil editan Molome. Have a nice day everyone🙂

Posted in Just Sharing, Photos, Traveling | Tagged | Leave a comment

Hari Pertama

Jumat, 29 Juli 2011
23.13
 
Pertanyaan yang paling memilukan hari ini datang dari seorang bocah berusia 3 tahun.
Dia adalah Arai, anak lelaki dari kakak tertua.
Pertanyaan yang sederhana dan lugu,
 
“Tata, di mana Opa?”
 
Saya terdiam, menghela nafas panjang, kemudian memeluknya.
Bingung harus menjawab apa, akhirnya saya memberikan jawaban yang pertama terlintas di pikiran,
 
“Opa lagi di kamar sebelah”
 
Sebenarnya itu jawaban yang kurang masuk akal. Karena sudah 5 tahun Papa lumpuh akibat tumor di sum-sum tulang belakang. Itu sebabnya Papa selalu terbaring di tempat tidurnya, dan arai pasti heran jika dia tidak melihat opanya di atas tempat tidur.
 
Arai pun menjawab,
“Tapi, Opa tidak ada di kamar sebelah”
 
Jangan pernah menyepelekan anak umur 3 tahun!
 
Saya pun bertambah bingung, dan akhirnya menjawab,
“Opa lagi di luar”
 
Dan kali ini saya berkata jujur, karena Papa memang sedang berada di ruang tamu. Namun yang berada di luar adalah jenazah Papa.
Ya Allah, masih berat menggunakan kata ‘jenazah’.
 
Satu pertanyaan juga muncul ketika sedang memilih baju.
“Mama, kakak mau pakai kaos lama”
Mamanya pun menjawab,
“Hari ini kakak pakai kemeja putih”
“Kenapa mama?”
“Iya, sayang. Hari ini semua pakai baju putih”
“Kenapa mama?”
“Iya, hari ini mau berdoa buat Opa”
Arai pun keluar untuk mandi dan melihat opanya.
“Itu Opa. Oh, Opa lagi tidur”
Ketika sedang berganti pakaian, sayup-sayup terdengar suara Arai yang sedang berbicara dengan sepupunya (yang juga berusia 3 tahun)
“Cheya, Opa lagi di luar, lagi bobo. Opa sakit”
 
Ya Allah, betapa lugu dan polosnya anak ini.
Bagaimana kalau dia bertanya lagi di mana Opanya?
Saya pun terduduk dan diam.
Melihat wajah ibu, kakak-kakak, dan terakhir memandang wajah Papa.
Apa yang dikatakan Arai betul.
Wajah Papa begitu bersih dan tenang, tampak seperti tertidur.
Anak sekecil Arai, sampai kapan kenangan tentang Opanya akan tersimpan di memorinya?
Memeluk Arai dan adiknya terasa begitu pilu, namun di balik pelukan itu terselip perasaan ikhlas, sabar dan memberikan kekuatan yang luar biasa
Papa sangat mencintai mereka, seperti kami mencintai Papa.
Entah pertanyaan apalagi yang akan terlontar dari Arai.
Pertanyaan yang polos namun sejuta perasaan yang akan muncul dari orang-orang yang mendengarnya
 
***
 
Innalillahi wainna ilaihi rajiun
Selamat jalan, Papa
We Love You
Posted in Just Sharing | Tagged | 2 Comments

My Favorite Quotes (2)

One day you may realize you lost a diamond while you were busy collecting stones. – @idillionaire
I am happy because I choose to be… not because everything falls into place for me. It’s not easy, but I am strong. – @TheNoteboook
You made your own choices, so don’t blame anyone for the consequences. – @TheNoteboook
Happiness is like a rainbow. Sometimes we can only see it after we’ve shed enough tears in our ‘cloudy’ days. – @ihatequotes
Live without pretending, love without depending, listen without defending, speak without offending. – @TheNoteboook
“Faith is taking the first step even when you don’t see the whole staircase.” – Martin Luther King, Jr. via @GreatestQuotes
If you think it’s necessary to judge me by my past, don’t get mad when I put you there. – @TheNoteboook
There’s always some truth behind: Just kidding, Knowledge behind: I don’t know, Emotion behind: I don’t care & Pain behind: It’s okay. – @TheNoteboook
Sahabat adalah mereka yg tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu. – @pepatah
Don’t quit because thing went wrong. Quit because you tried your hardest and nothing made it better. – @LargerThanWords
“Wherever you go, no matter what the weather, always bring your own sunshine. The sun shines not on us but in us.” – D’Angelo and Muir via @tifsembiring
Posted in Just Sharing | Tagged | Leave a comment

Crazy Little Thing Called Love

Jika selama ini film Thailand terkenal dengan genre misteri-horor, kali ini sineas Thailand menyajikan yang berbeda. Bagi anda penggemar film komedi-romantis, tidak ada salahnya menonton Crazy Little Thing Called Love (A Little Thing Called Love) a.k.a First Love.

Tokoh utama dari film ini adalah Nam (Pimchanok Leuwisetpaiboon) dan Shone (Mario Maurer). Seperti cerita remaja pada umumnya, Nam yang pintar namun berparas biasa saja menyukai kakak kelasnya Shone yang merupakan idola di sekolahnya.

Nam dibantu teman-temannya berusaha menarik perhatian Shone, mulai dari memakai kawat gigi, memberikan cokelat di hari Valentine, berusaha memutihkan kulit, hingga berpura-pura belanja di toko olahraga milik orang tua Shone. Dan lihat perubahan pada Nam:

Can’t believe it, karakter Nam hanya diperankan oleh satu pemain. Kerja yang luar biasa bagi tim penata rias. Jempooool deh! Pimchanok Leuwisetpaiboon yang berusia 20an terlihat sangat natural memerankan Nam yang berusia 14 tahun.

Cerita film ini mungkin biasa saja, namun kisah Nam yang bahagia karena bertemu Shone, sedih karena dijauhi temannya, bahkan ketika patah hati bisa mewakili  apa yang dialami jutaan remaja yang sedang jatuh cinta. Karakter Nam yang lugu dan Shone yang baik dan lucu membuat penonton jatuh cinta pada mereka. Dan yang membuat film ini lebih natural adalah dandanan para pemain yang berbeda jauh dengan dandanan artis sinetron Indonesia :p

Buat teman-teman yang belum nonton, silahkan menikmati film ini. Akan lebih seru jika dinonton bersama para sahabat, sekadar untuk mengingat kembali “cinta monyet” ketika masa SMA😀

Release Date: 12 Agustus 2010
Genre: Comedy, Romance
Run time: 1 hour 58 mins
Directors: Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn and Wasin Pokpong

Posted in Film | Tagged | Leave a comment

Good Bye, Mr. Eco-friendly!

Meskipun terlambat, tapi saya akan berbagi sedikit cerita mengenai laga testimonial Gary Neville yang digelar tanggal 24 Mei 2011 kemarin di Old Trafford.

Laga persahabatan tersebut menjadi reuni bagi beberapa angkatan ’92. Meskipun beberapa bekas pemain MU tidak hadir (seperti yang diberitakan sebelumnya), namun laga tersebut dihadiri oleh David Beckham, Phil Neville, dan Nicky Butt. Bahkan salah satu legenda Juventus, Del Piero juga hadir malam itu.

Starting XI Manchester United: (atas) Beckham, Butt, Kuszczak, Brown, O’Shea, Owen. (bawah) Giggs, Phil Neville, Gary Neville, Scholes, dan Rooney.

Tentu saja yang menjadi salah satu daya tarik dari pertandingan ini adalah kembalinya Beckham ke Old Trafford mengenakan seragam bernomor 7.

Rio: David Beckham getting the biggest cheers of the night at the Gary Neville testimonial. No change there then!

Seperti yang dilansir oleh vivanews.com, laga ini semakin bertambah istimewa setelah sebuah perusahaan ramah lingkungan, Ecotricity, bersedia menyuplai listrik selama pertandingan tersebut. Semua listrik yang digunakan dihasilkan oleh 52 kincir angin di Inggris. Sehingga pertandingan tersebut tidak akan menyedot banyak energi listrik dan lebih ramah lingkungan. Kerjasama ini merupakan bentuk dari gerakan ‘Sustainability In Sport’ yang digalang Gary dan pendiri Ecotricity, Dale Vince. Tujuannya untuk memberi pesan ramah lingkungan pada dunia melalui olahraga.

*hasil pertandingan: Manchester United kalah 1-2 dari Juventus. Gol United dicetak oleh Rooney sedangkan dari Juventus dicetak oleh Pepe dan Giandonato.

Thank you, Mr. Eco-friendly! You’ll always in our heart.

Posted in Football | Tagged , | Leave a comment

Catatan Akhir Musim

Manchester United menjadi juara Liga Inggris 2010/2011 dengan total 80 poin. Statistik: 23 kali menang, 11 kali seri dan 4 kali kalah, dengan jumlah 78 gol dan 37 kali kemasukan.

Ini merupakan gelar yang spesial karena pada musim ini United mencetak sejarah baru dengan meraih gelar ke-19 sepanjang sejarah Liga Inggris. Torehan Setan Merah ini melewati rekor Liverpool dengan 18 gelar. Di bawah tangan dingin Fergie, United menjadi juara liga Inggris untuk ke-12 kalinya.

Pasukan Manchester United junior juga menyumbangkan trofi musim ini. Tim asuhan Paul McGuinness menjuarai FA Youth Cup setelah mengalahkan Sheffield United dengan skor 4-1 (agregat 6-3). Ini merupakan gelar FA Youth Cup ke-10 bagi United.

Selain meraih gelar juara Liga Inggris, penghargaan Pelatih dan Pemain Terbaik versi Barclays juga menjadi milik kubu United. Sir Alex Ferguson terpilih sebagai Pelatih Terbaik musim ini untuk kedua belas kalinya, sedangkan ini merupakan kedua kalinya bagi Nemanja Vidic untuk menjadi Pemain Terbaik Liga Inggris. Penghargaan dari Barclays ini merupakan hasil jajak pendapat dari organisasi sepakbola, wartawan dan juga fans.

Chicharito mengawali musim yang manis di Old Trafford. Bagaimana tidak, pemain ajaib ini mampu mencetak 13 gol di musim pertamanya dan sering menjadi titik penentu kemenangan MU. Tidak mengherankan jika Chicharito mendapatkan Sir Matt Busby Awards atau Pemain Terfavorit versi fans United. Chicharito mendapatkan 21% suara, unggul tipis dari Luis Nani yang mendapatkan 20% dukungan fans.

Luis Nani merupakan pemain yang paling banyak melakukan assist musim ini. Nani sukses mengirimkan 18 umpan kepada rekannya dan berbuah gol. Wajar jika para pemain Setan Merah yang lain menobatkan Nani sebagai Pemain Terbaik United musim ini. Selain itu, Ryan Tunnicliffe menjadi Young Player of the Year dan Oliver Gill meraih gelar Reserve Team Player of the Year.

Musim 2010/2011, Dimitar Berbatov merupakan pemain yang paling sering melakukan hattrick, yaitu sebanyak tiga kali, ketika MU menaklukkan Liverpool 3-2, Birmingham 5-0, dan Blackburn Rovers 7-0 (pada pertandingan ini Berba mencetak 5 gol). Yang unik, jika pada awalnya Berba dan Carlos Tevez memegang Top Scorer Liga Inggris dengan 21 gol, akan tetapi satu gol Berba ke gawang Sunderland (26 Agustus) dianulir oleh badan panel Liga Inggris. Gol tersebut murni gol bunuh diri dari Anton Ferdinand. Sedangkan gol Tevez juga dianulir ketika melawan Newcastle United, karena gol tersebut merupakan gol bunuh diri Colocinni. Sehingga, Berba dan Tevez harus berbagi Golden Boot Award musim ini dengan 20 gol.

Musim ini jadi perpisahan bagi salah satu pentolan Class of ’92, Gary Neville dan Flying Dutchman, Edwin Van Der Sar. Gary memutuskan untuk gantung sepatu pada Februari 2011, dimana pertandingan terakhir Gary di Liga Inggris adalah ketika MU melawan West Bromwich Albion pada malam tahun baru 2011. Sedangkan laga terakhir VDS di Liga Inggris adalah ketika United menjamu Blackpool di Old Trafford. Laga tersebut menjadi sangat spesial karena VDS diberikan kesempatan untuk menjadi kapten United untuk yang terakhir kali. Di akhir laga tersebut, sebelum penyerahan Piala Liga Inggris, VDS mengucapkan salam perpisahan:

I want to thank the manager, he bought me six years ago, maybe a couple of years too late. I wish I’d done it [joined United] earlier. I have thoroughly enjoyed my time here. The fans and the other players have been magnificent. I’ll always keep a warm place in my heart for Manchester United, the world’s biggest club.

Laga terakhir Van Der Sar bersama United adalah ketika melawan Barcelona di Final Liga Champion.

Glory Glory Manchester United!

dari berbagai sumber
Posted in Football | Tagged , | Leave a comment